Sabtu, 01 Oktober 2011

konsep dasar kehamilan fisiologis

 
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudianjanin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.
Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadi. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebutprimigravida atau gravida 1: seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.

B.     Rumusan masalah
àMengetahui bagaimana konsep dasar fisiologi Kehamilan

C.    Tujuan
v  Tujuan umum : Untuk mengetahui konsep dasar Kehamilan
v  Tujuan khusus, mengetahui :
·     Tinjauan anatomi fisiologi kehamilan
·     Fisiologi konsepsi dan kehamilan
·     Tanda-tanda kehamilan
·     Pertumbuhan dan perkembangan janin  dan plasenta
·     Perkembangan janin trimester kedua



BAB II
PEMBAHASAN

KONSEP DASAR KEHAMILAN FISIOLOGIS
A.    TINJAUAN ANATOMI FISIOLOGI KEHAMILAN
Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubu wanita, khususnya pada alat genetalia eksterna dan interna dan pada payudara (mamma). Dalam hal ini hormone somatomammotropin, estrogen, dan progesterone mempunyai peranan penting. Perubahan yang terdapat pada wanita hamil ialah antara lain sebagai berikut.
         Uterus
Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesterone yang kadarnya meningkat. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertrofi otot polos; disamping itu, serabut-serabut kolagen yang adapun menjadi higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus dapat mengikuti pertumbuhan janin. Bila ada kehamilan ektopik, uterus akan membesar pula, karena pengaruh hormone-hormon itu. Begitu pula endometrium menjadi desidua.
Berat uterus normal lebuh kurang 30 gram; pada akhirnya kehamilan (40 minggu) berat uterus ini menjadi 1000gram, dengan panjang lebih kurang 20cm dan dinding lebih kurang 2.5cm. pada bulan-bulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah advokat, agak gepeng. Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bulat. Selanjutnya, pada akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur. Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil fisiologik, atau hamil ganda, ayau menderita penyakit seperti mola hidatidosa, dan sebagainya.
Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan otot. Lapisan otot longitudinal paling luar, lapisan otot sirkuler paling dalam, dan lapisan otot yang terbentuk oblik diantara kedua lapisan otot luar dan dalam. Ketika ada kehamilan ketiga lapisan ini tampak lebih jelas.
Lapisan otot oblik berbentuk suatu anyaman seperti tikar, memegang peranan penting pada persalinan disamping kedua lapisan otot lainnya. Sinus-sinus pembuluh darah berada di antara anyaman otot-otot oblik ini. Postpartum uterus berkontraksi dan pada ketika ini sinus-sinus pembuluh darah yang terbuka terjepit, sehingga perdarahan postpartum dapat dicegah.
Uterus pada wanita tida hamil kira-kira sebesar telur ayam. Pada kehamilan uterus tumbuh secara teratur, kecuali jika ada gangguan pada kehamilan tersebut. Pada kehamilan 8 minggu uterus membesar sebesar telur bebek, dan pada kehamilan 12 minggu kira-kira sebesar telur angsa. Pada saat ini fundus uteri telah dapat diraba dari luar, diatas simfisis. Pada pemeriksaan ini wanita tersebut harus mengosongkan kandung kencingnya dahulu.
Pada minggu-minggu pertama ismus uteri mengadakan hipertropi seperti korpus uteri. Hipertropi ismus pada triwulan pertama membuat ismuss menjadi panjang dan lebih lunak. Hal ini dikenal dalam obstetric sebagai tanda hegar.
Pada kehamilan 16 minnggu kavum uteri sama sekali diisi oleh ruang amnion yang berisi janin, dan ismus menjadi bagian korpus uteri. Pada kehamilan 16 minggu besar uterus kira-kira sebesar kepala bayi atau sebesar tinju orang dewasa. Dari luar fundus uteri kira-kira terletak diantara setengah jarak pusat ke simfisis.
Pada kehamilan 20 minggu , fundus uteri terletak kira-kira dipinggir bawah pusat, ssedangkan pada kehamilan 24 minggu fundus uteri berada tepat dipinggir atas pusat.
Pada kehamilan 28 minggu fundus uteri terletak kira-kira 3 jari diatas pusat atau sepertiga jarak antara pusat ke prosessus xifoideus. Pada kehamilan 32 minggu fundus uteri terletak diantara setengah jarak pusat dan prosessus xifoideus. Pada kehamilan 36 minggu fundus uteri terletak kira-kira 1 jari dibaawah prsessus xofoideus. Dalam hal ini, kepala bayi masih berada di atas pintu atas panggul. Pemeriksaan tinggi fundus uteri dikaitkan dengan umur kehamilan perlu pula dikaitkan dengan besarnya dan beratnya janin.
Dibawah ini ukuran tinggi fundus uteri alam cm dikaitkan dengan umur kehamilan dan berat bayi sewaktu dilahirkan.
Bila pertumbuhan janin normal maka tinggi fundus uteri pada kehamilan 28 mingu sekurangnya 25cm, pada 32 minggu 27cm, pada 36 minggu 30cm. paada kehamilan 40 minggu fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari di bawaah prosessus xifoideus. Hal ini disebabkan oleh kepala jaanin yang pada primigravida turun dan masuk ke dalam rongga panggul.
Pada triwulan terakhir ismus lebih nyata menjadi bagia korpus uteri, dan berkembang menjadi segmen bawaah uterus. Pada kehamilan tua karena kontraksii otot-otot bagian atas uteruss, segmen bawah uterus menjadi lebih lebar dan tipis, tampak batas yang nyata antara bagiaan atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih tipis. Batas itu dikenal sebagai lingkara retraksi fisiologik. Dinding uterus di atas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada dinding segmen bawah uterus.
Pada persalinan segmen bawh uterus lebih melebar lagi, dan lingkaran retraksi fisiologik menjadi lebih tinggi. Postpartum pada pemerikssaan daalam hanya dapat dikenal bagian atas uterus yang berkontraksi baik, sedangkan bagiaan baawah uterus teraba sebagian kantong yang lembek. Pada partus lama lingkaran retraksi itu dapat nain tinggi sampai tengah pusat daan simfisis.

         Serviks uteri
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormob estrogen. Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot, maka serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat, hanya 10% jaringan otot. Jaringan ikat pada serviks ini banyak mengandung kolagen. Akibat kadar estrogen meningkat, dan dengaan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak
Serviks yang terdiri terutama atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot tidak mempunyai fungsi sebagai sfingter. Pada partus serviks membuka saja mengikuti tarikan-tarikan korpus uteri ke atas dan tekanan bagian bawah janin ke bawah. Sesudah partus dapat pula dinyatakan bahwa serviks itu berlipat lipat dan tidaak menutup seperti sitemukan pada sfingter.
Pada multipara dengan porsio yang bundar, porsio tersebut mengalami cedera berupa lecet dan robekan, sehingga post partum tampak adanya pposio yang terbelah dua dan menganga. Hal ini lebih jelas pada pemeriksaan postnatal, 6 minggu postpartum.  Perubahan-perubahan pada serviks perlu duketahu sedini mungkin pada kehamilan, akan tetapi yang memeriksa hendaknya hati-hati dan tidak dibenarkan melaksanakan secara kasar sehingga dapat mengganggu kehamilan.
Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan aakan mengeluarkan seksresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. Keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan yang fisiologik.
         Vagina dan vulva
Vagina dan vulva akibat hormone estrogen mengalami perubahan pula. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebuh merah, agak kebiru-biruan (livide). Tanda  ini disebut tanda Chadewick. Warna porsio pun tampak livide.
Pembuluh-pembuluh darah alat genetalia interna akan membesar. Hal ini daapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genetalia tersebut meningkat. Apabila terdapat kecelakaan pada kehamilan atau persalinan, maka perdarahan akan banyak sekali, sampai dapat megakibatkan kematia.
         Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu. Korpus luteum graviditatis berdiameter kira-kira 3 cm. kemudian, ia mengecil setelah placenta terbentuk. Seperti telah dkemukan korpus leteum mengeluarkan hormone estrogen dan progesterone. Lambat laun fungsi ini diambil alih oleh plasenta. Dalam dasawarsa terakhir ini ditemukan pada awal ovulasi hormone relaxin, suatu immunoreactive inhibin dalam sirkulasi maternal. Diperkirakan korpus luteum adalah tempat sintesis dari relaxin pada awal kehamilan. Kadar relaxin di sirkulasi maternal dapat ditentukan dan meningkat dalam trimester pertama. Relaxin mempunyai pengaruh menenangkan hingga pertumbuhan janin menjadi baik hingga a term.
         Mamma
Mamma akan membesar dan tegang akibat hormone somatomammotropin, estrogen, dan progesterone, akan tetapi belum mengeluarkan air susu.
Estrogen menimbulkan hipertrofi system saluran, sedangkan progesterone menambah sel-sel asinus pada mamma. Somatomammotropin memengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus pula dan menimbulkan perubahan dalam sel-sel, sehingga terjadi pembuatan kasein, laktalbumin, dan laktoglobin.  Dengan demikian, mamma dipersiapkan untuk laktasi. Disamping ini, dibawah pengaruh proesteron dan somatomammotropin, terbentuk lemak disekitar kelompok-kelompok alveolus, sehingga mamma akan menjadi lebih besar.  Papilla mamma akann membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam, seperti seluruh areola mamma karena hiperpigmentasi. Glandula Montgomery tampak lebih jelas menonjol dipermukaan areola mamma. Pada kehamilan 12 minggu keatas dari putting susu dapat keluar cairan berwwarna putih agak jernih, disebut kolostrum. Kolostrum ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai berseksresi. Sesudah partus, kolostrum ini agak kental dan warnanya agak kuning. Meskipun kolostrum telah dapat dikeluaran, pengeluaran air susu belum berjalan oleh kareena prolaktin ini ditekan oleh PIH (prolactine inhibiting hormone). Postpartum dengan dilahirkan plasenta pengaruh estrogen, progesterone, dan somatomammotropin terhadap hipotalamus hilang, sehingga prlaktin dapat dikeluarkan dan laktasi terjadi.
         Sirkulasi darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilam dipengaruhi oleh adaanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lain-lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan, volume darah ibu dalam kehamilan bertambah secara fisiologik dengan adaanya pencairan daraah yang disebut hidremia. Volume darah akan bertambah banyak, kira-kira 25% dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%. Akibat hemodilusi tersebut, yang mulai jelas timbul pada kehamilan 16 minggu, ibu mempunyai penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasi kordis.
Eritropoesis dalam kehamilan juga meingkat untuk memenuhi keperluan transport zat asam yang dibutuhkan sekali dalam kehamilan. Meskipun ada penigkatan dalam volume eritrosit secara keseluruhan, tetapi penambahan volume plasma jauh lebih besar, sehingga kosentrasi hemoglobin dalam darah menjadi lebih rendah. Hal ini tidak boleh dinamakan anemia fisiologik dalam kehamilan, oleh karena jumlah hemoglobin pada waktu hamil dalam keseluruhannya lebih besar daripadaa sewaktu hamil.
Jumlah leukosit meningkat 10.000 per ml, dan produksi trombositpun menjadi meningkat pula.
Gambaran protein dalam serum berubah; jumlah protein, albumin, dan gammaglobulin menurun dalam triwulan pertama dan baru meningkat perlahan-lahan pada akhir kehamilan, sedangkan betaglobulin dan bagianbagian fibrinogen terus meniingkat. Laju endap daraah pada umumnya meningkat sampai empat kali, sehingga dalam kehamila tidak dapat dipakai sebagai ukuran. Segeraa postpartum, sirkulasi antaraa uterus dan plasenta berhenti, sejumlah darah untuk sirkulasi umum akan membebani jantung dan apaabila ada vasium kordis, dapat timbul dekompensasi kordis. Setelah partus, terjadi pula hemokosentrasi dengan puncaknya pada hari ke 3 – 5 postpartum. Hal ini harus juga diperhatikan jika berhadapaan dengan ibu yang menderita visium kordis. Dengan adanya hemokonsentrasi dapat diduga pula bahwa ada kosentrasi trombosit, dan sebagainya, sehingga dapat dimengerti mengapa ada kecenderungan kea rah trombolflebitis postpartum.
         System respirasi
Seorang wanita hamil pada kelanjtan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa dan pendek napas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kea rah diafragma, sehingga diafragma kurang leluasa bergerak. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%, seorang wanita hamil selalu bernapas lebih dalam, dan bagian bawah juga melebar kesisi, yang sesudah partus kadang-kaadang menetap jika tidak dirawaat dengan baik.
         Traktus digestivus
Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek(nausea). Mungkin ini akibat kadaar hormone estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus menurun, sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Makaan lebih lama berada dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus. Hal ini mungkin baik untuk reabsopsi, akan tetapi menimbulkan pula onstipasi, yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Biasanya terjadi paa pagi hari, dikenal sebagai morning sickness. Emesis, bila terlamapu sering dan terlalu banyak dikeluarkan, disebut hiperemis gravidarum, keadaan ini patologik.
Salvias adalah pengeluan air liur berebihan daripada biasa. Bila terlamapau banyak, ini pun menjadi patolofik.
         Traktus urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun kebawah pintau atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali.
Dalam kehamilan uterus kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesterone. Akan tetapi ureter kanan dan kiri pada ureter kiri, karena mengalami lebih banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. Hal ini disebabkan oleh karena uterus lebih sering memutar kearah kanaan. Mungkin karena orang bergerak lebih sering memakai tangan kanannya, ataau disebabkan oleh letak kolon dan sigmoid yang berada dibelakang kiri uterus. Akibat tekanan paada ureter kanan tersebut, lebih sering dijumpai hidroureter dekstra dan pielitis dekstra.
Disamping sering kencing tersebut diatas terdapaat pula poliuria. Poliuria disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan, sehingga filtrasi di glomerulus juga meningkat sampai 69%. Reaabsorpsi di tubulus tidak berubah, sehingga lebih banyak daapat dikeluarkaan uea, asaam uric, glukosa, asam amino, asam folik dalam kehamilan.
         Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat—alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini adaalaah salah satu hormone yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang- kadang terdapat deposit pigmen kulit pada dahi, pipi, dan hidung , di kenal sebagai kloasma gravidaru.
Didaerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang saama, juga di areola mamma. Linea alba paada kehamilan menjadi hitam, dikenal sebagai linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retak-retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan, disebut striae livide. Setelah partus, striae livide ini berubah warnanya menjadi putih dan disebut dengan striae albikantes.
         Metabolisme dalam kehamilan
Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi, system endokrin juga meninggi, dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya (glandula tireoidea). BMR meningkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada triwulan terakhir. Kalori yang dibutuhkan untuk into diperoleh terutama dari pembakaran hidrat arang, khususnya sebuah kehamilan 20 minggu keatas. Akan tetapi bila dibutuhkan, dipakailah lemak ibu untu mmendapatkan tambahan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita hamil cukup hemat dalam hal pemakaian tenaganya.
Keseimbangan asam alkali sedikit mengalami perubahan kosentrasi alkali; pada wanita tidak hamil kadar sebesar 155 mEq perliter menurun sampai 145-147mEq perliter. Sehubungan dengan ini, serum Na turun dari 142 mEq perliter sampai 135 -137 mEq perliter dan disertai oleh turunnya plasma bikarbonat dari 25 ke 22 mEq perliter.
Protein diperlukan sekali dalam kehamilan untuk perkembangan badan, alat kandungan, mamma, dan untuk janin; protein harus disimpan pula untuk kelak dapat dikeluarkan pada laktasi. Maka dari itu, perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. Diperkirakan satu gram protein setiap kilogram berat badan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada pemeriksaan plasma protein ditemukan adanya penurunan dalam fraksi albumin dan pula sedikit penurunan gamma globulin. Globulin α 1, α 2, dan β dan fibrinogen meningkat. Perubahan-perubahan dalam plasma protein ini dalam satu minggu postpartum kembali kepada keadaan sebelum adanya kehamilan.
Hidrat arangL seorang wanita hamil haus, nafsu makannya besar, sering kencing, dan kadang-kadang memperlihatkan pula glukosuria, sehingga mnyerupai diabetes mellitus. Segala sesuatu ini mempengaruho oleh somatomammotropin, peningkatan plasma-insulin, dan hormone-hormon adrenal.
Hasil pemeriksaan glucose tolerance test dalam kehamilan sebaiknya  ditinjau sunggu-sunggu kebenarannya oleh karena ada perbedaan apakan glukosa diberikan oral atau intravena. Bila diberikan oral, kadar glukosa ini dalam darah lebih lamban kembali keasalnya, yakin sesudah 3 jam, sedangkan pada seseorang yang tidak hamil kadar glukosa itu kembali dalam 2 jam. Perbedaan ini tidak ditemukan pada pemberian glukosa intravena. Bila ditemukan glucose tolerance test oral abnormal. Sebaiknya dilakukan pula glucose tolerace test intravena ntuk memperoleh perbandingan yang benar, oleh karena penyakit diabetes mellitus dalam kehamilan harus mendapat perhatian penuh.
Mengenai lemak telah dikemukan bahwa hormone somatomammotropin mempunyai peranan dalam pembentuka lemak dan mamma; lemak terhimpun pula pada badan, paha, dam lengan. Kadar kolesterol dapat meningkat samapi 350mg atau lebih per 100ml.
Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk pembentukan tulang-tulangnya dan ini terjadi terutama dalam trimester terakhir. Makanan tiap harinya diperkirakan tetahan dalam badan untuk keperluan semasa hamil. Ini kirannya telah cukup untuk pertumbuhan janin, tanpa mengganggu kalsium inu. Kadar kalsium dalam serum memang lebih rendah, mungkin oleh karena adanya hidremia, akan tetapi kadar kalsium tersebut masih cukup tinggi hingga dapat menanggulangi kemungkinan terjadinya kejang tetani.
Fosfor, magnesium, dan tembaga, lebih banyak tertahan dalam masa hamil daripada dalam masa tidak hamil. Kadar tembaga dalam plasma meningkat dari 109 sampai 222 mcg per 100 ml, akan tetapi dalam eritrosit kadarnya tetap.
Wanita dalam kehamilan memerlukan tambahan besi sekitar 800 mg. saying sekali kebanyakan wanita disini tidak mempunyai cujup persediaan besi pada awal hamil. Sebaiknya diet wanita hamil di tambah dengan 30-50 mg besi sehari; ini dapat diberikan sebagai sulfas ferrosus atau glukonas ferrosus sesudah makan.
Dapat dipahami bahwa dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan dalam tubu wanita hail akan timbul suatu keaktifan enzim luar biasa. Plasenta sendiri mempunyai enzim-enzim untuk okssidasi, reduksi, dan hidrolisa. Yang banyak ditemukan ialah mono-amino-oksidase dan diamino oksidaase yang membuat thiamine daan histamine menjadi tidak aktif lagi. Enzim-enzim yang baanyak dipelajari dalam masa hamil ialah diamino-oksidase (histaminases), pitosinase, glukoronidase, angiotonase, dan alkali fosfatase. Semua enzim ditemukan dalam srum ibu dalam kadar lebih tinggi.
Segera setelah haid terlambat, kadar diamino-oksidase meningkat 3-6 satuan dalam masa tidak hamil ke 200 satuan dalam masa hamil enam minggu. Kadar ini mencapai puncaknya sampai 400-500 satuan pada  kehamilan 16 minggu, dan seterusnya menetap sampai akhir kehamilan.kemudian, kadar ini turun sampai 50 satuan daalam 2-3 hari postpartum,. Untuk dalam 10-14 hari kemudian mencapat kadaarnya kembali seperti pada masa tidak hamil. Kadar diamino oksidase ini tidak meningkat pada wanita dengan koriokarsinoma oleh karena tingginya kadar korionik gonadotropin.
Kadar alkali fosfatase meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Peningkatan ini dimulai pada kehamilan 4 bulan. Kadar yang ditemukan pada janin adalah setengahnya dari apa yang ditemukan pada ibunya. Pemeriksaan kadar alkali fosfatase dapat dipakai untuk menilai fungsi plasenta.
Pitosinase adalah enzim yang dapat membuat oksitosin tidak aktif. Pitosinase ditemukan banyak sekali dalam darah ibu pada kehamilan 14 sampai 38 minggu.
Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6.5 -16.5 kg rata-rata 12,5 kg. kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20minggu terakhir. Kenaikan berat basan yang terlalu banyak sering ditemukan pada pre ekslampsia dengan akibat peningkatan morbiditas dan mortilitas ibu dan janin. Sebaiknaya wanita tersebut diawasi dan diberi pengertian, sehingga berat badan hanya naik 2 kg tiap bulan sesudah kehamilan 20 minggu. Dan adanya penurunan berat badan dalam bulan terkahir dianggap sebagai suatu tanda baikk.
Kenaikan berat badan dalam kehamilan disebabkan oleh: 1) hasil konsepsi: fetus, plasenta, dan likuor amnii; dan 2) dari ibu sendiri: uterus dan mamma yang membesar, volume darah yang meningkat, lemak, dan protein lebih banyak, dan akhirnya adanya retensi air.
B.     FISIOLOGI KONSEPSI DAN KEHAMILAN

400px-Simplified_spermatozoon_diagram
Kehamilan adalah peristiwa yang dimulai dari konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan (Obstretric Fisiologi UNPAJ:1990:5). Kehamilan merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Prawirohardjo, 2002), selanjutnya dapat dijelaskan tingkat pertumbuhan dan besarnya janin seusia kehamilan, pada setiap dilakukan pemeriksaan kehamilan (Depkes RI, 1994).
Fisiologi kehamilan adalah seluruh proses fungsi tubuh pemeliharaan janin dalam kandungan yang disebabkan pembuahan sel telur oleh sel sperma, saat hamil akan terjadi perubahan fisik dan hormon yang sangat berubah drastis.Kehamilan di bagi atas 3 trimester yaitu trimester I, trimester II, dan trimester III.
·         Gejala pada trimester I umumnya adalah sering mual dan muntah, payudara membesar, sering buang air kecil, sering cepat lelah. Emosi tidak stabil, lebih sering cepat marah, penurunan libido seksual.
·         Pada trimester II, terjadi penambahan berat badan yang sangat signifikan karena nafsu makan yang meningkat tajam, payudara yang semakin besar diikuti dengan perut bagian bawah yang terlihat semakin membesar. Bayi kadang – kadang terasa bergerak, denyut jantung meningkat, kaki, tumit, betis kadang membengkak. Gatal pada permukaan kulit di bagian perut. Kadang disertai dengan sakit pinggang dan gangguan pada pembuangan air besar/sembelit. Emosi menjadi lebih stabil dan seluruh perhatian tertuju pada sang bayi yang akan lahir.
·         Pada trimester III, bayi mulai menendang – nendang, payudara semakin besar dan kencang, puting susu semakin hitam dan membesar, kadang – kadang terjadi kontraksi ringan dan suhu tubuh dapat meningkat. Cairan vagina meningkat dan kental. Emosi mulai tidak stabil, perasaan gembira disertai cemas menunggu kelahiran sang bayi.
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lama hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulun 7 hari) di hitung dari haid pertama haid terakhir (di mulai dari konsepsi) sampai 6 bulan , triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan. (saifudin, 2002). Proses terjadinya kehamilan karena bertemunya sel telur dan sel sperma maka terjadilah pembuahan. (Mouchtar 1998). Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi :
1.      Minggu ke O
·         Perkembangan janin :
Sperma membuahi ovum yang kemudian membagi dan masuk ke dalam uterus menempel sekitar hari ke – 11.
2.      Minggu ke – 4 atau bulan ke – I
·         Perkembangan janin :
Dari discus embrionik, bagian tubuh yang pertama muncul yang kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah dan saluran pencernakan terbentuk. Embrio kurang dari 0,64 cm.
·         Perubahan – perubahan maternal :
Ibu terlambat menstruasi, payudara menjadi membesar,  kelelahan yang kronik (menetap) dan sering kencing mulai terjadi berlangsung selama 3 bulan berikutnya, HCG ada didalam urine dan serum 9 hari.
3.      Minggu ke 8 atau bulan ke – II
·         Perkembangan janin :
Perkembangan cepat. Jantungnya mulai memompa darah. Anggota badan terbentuk dengan baik. Perut muka dan bagian utama otak dapat dilihat. Telingga terbentuk dari lipatan kulit tulang dan otot yang kecil terbentuk dibawah kulit.
·         Perubahan – perubahan maternal :
Mual muntah (morning sicknes). Mungkin terjadi sampai usia kehamilan 12 minggu. Uterus berubah dari bentuk pear menjadi globular. Tanda- tanda hegar dan goodell muncul. Serviks fleksi. Leukorrhea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata.
4.      Minggu ke 12 atau bulan ke – III
·         Perkembangan janin :
Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat dilihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tubuh berkembang. Gerakan pertama dimulai selama minggu ke 12. Jenis kelamin dapat diketahui. Ginjal memproduksi urine.
·         Perubahan – perubahan maternal :
Tanda chatwick muncul. Uterus naik di atas simpisis pubis. Kontraksi braxon hicks mulai dan mungkin terus berlangsung selama kehamilan. Potensial untuk enderita infeksi saluran kencing meningkat dan ada selama kehamilan. Kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester I. Plasenta sekarang berfunsi penuh dan memproduksi hormone.
5.      Minggu ke 15 atau bulan ke – IV
·         Perkembangan janin :
Sistem muskeloskeletal sudah matang. Sistem saraf sudah mulai melaksanakan control. Pembuluh darah berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua organ mulai matang dan tumbuh. Berat janin sekitar 0,2 kg. Denyut jantung janin dapat didengar dengan Doppler. Pankreas memproduksi insulin.
·         Perubahan –perubahan maternal :
Fundus berada ditengan antara simpisis dan past. Berat ibu bertambah 0,4 – 0,5 kg perminggu selama sisa kehamilan. Mungkin akan lebih banyak energi. Diameter bipatietal dapat di ukur dengan ultrasound. Sekresi vagina meningkat. Pakaian ibu menjadi ketat. Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang.

6.      Minggu ke 20 atau bulan ke – V
·         Perkembangan janin :
Verniks melindungi tubuh . Ladugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit. Alis, bulu mata dan rambut terbentuk. Janin mengembangkan jadwal yang terukur untuk tidur, menelan dan menendang.
·         Perubahan – perubahan maternal :
Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menampung 400 ml casiran. Rasa akan pinsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Verises pembuluh darah mungkin mulai terjadi. Ibu merasakan gerakan janin. Areola bertambah gelap. Hidung tersumbat mungkin terjadi. Kram pada kaki mungki ada. Konstipasi mungkin dialami.

7.      Minggu ke 24 atau bulan ke – VI
·         Perkembangan janin :
Kerangka berkembang dengan cepat karena sel pembentukan tulang aktifitasnyameningkat. Perkembangan pernafasan dimulai. Berat janin 0,7 – 0,8 kg.
·         Perubahan – perubahan maternal :
Fundus di atas pusat. Sakit punggung dank ram pada kaki mungkin mulai terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae gravidarium, cloasma, linea nigra dan jerawat. Mimisan dapat terjadi. Mungkin mengalami gatal – gatal pada abdomen karena uterus membesar dan kulit meregang.

8.      Minggu ke 28 atau bulan ke – VII
·         Perkembangan janin :
Janin dapat bernafas, menelan dan mengatur suhu. Surfactant terbentuk di dalam paru – paru. Mata mulai membuka dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran saat lahir.
·         Perubahan – perubahan maternal :
Fundus berada di pertengahan antara pusat dan xiphoid. Hemorrhoid mungkin terjadi. Pernafasan dada menggantikan pernafasan perut. Garis bentuk janin dapat di palpasi. Mungkin lelah menjalani kehamilan dan ingin sekali menjadi ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa.

9.      Minggu ke 32 atau bulan ke – IX
·         Perkembangan janin :
Seluruh uterus terisi oleh bayi sehingga ia tidak bisa bergerak atau berputar banyak. Antibodi ibu ditransfer ke bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk enam bulan pertama sampai system kekebalan bayi bekerja.
·         Perubahan – perubahan maternal :
Penurunan bayi kedalam pelvic atau panggul ibu. Plasenta setebal hamper empat kali waktu usia kehamilan 18 minggu dan beratnya 0,5 – 0,6 kg. Ibu ingin sekali melahirkan bayi, mungkin memiliki energi final yang meluap. Sakit punggung dan sering kencingmeningkat. Braxon hicks meningkat karena serviks dan segmen bawah rahim disiapkan untuk persalinan.




C.    TANDA-TANDA KEHAMILAN
Tanda-tanda kehamilan meliputi :
a.       Payudara terasa sakit atau nyeri
Payudara akan terasa sakit, nyeri saat dipegang. Dan payudara akan membesar. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Dalam hal ini, disarankan wanita hamil menggunakan bra yang nyaman atau berukuran lebih besar pada saat tidur yang dimaksudkan untuk memberi kenyamanan bergerak.

b.      Rasa lelah yang berlebih
Rasa lelah yang berlebih akan membuat Anda cepat tertidur. Hal ini disebabkan dari perubahan hormon dan juga akibat dari kinerja organ-organ vital untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan janin. Biasanya rasa lelah ini hanya pada trimester pertama dan akan hilang saat memasuki trimester kedua.
c.       Mual
Ini merupakan tanda-tanda yang paling dikenal oleh para wanita hamil. Pemicunya adalah adanya peningkatan hormon secara tiba-tiba pada aliran darah. Gejala mual ini biasanya terjadi selama enam minggu saat anda dinyatakan hamil. Biasanya mual akan datang pada pagi, siang dan malam hari. Rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika, rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasi mengenai hal ini ke dokter Anda, karena akan mengganggu kehamilan.
d.      Sering buang air kecil
Jika Anda tidak bisa tidur akibat seringnya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, mungkin ini adalah tanda anda sudah hamil. Selama kehamilan, tubuh Anda memproduksi cairan tambahan untuk janin anda. Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Selain itu hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh.
e.       Sakit kepala
Memang terdengar aneh, karena sakit kepala sering dialami juga oleh orang yang tidak hamil. Namun akibat dari banyaknya perubahan hormon di dalam tubuh, sehingga disertai juga dengan perubahan hormon yang ada di kepala.
f.       Sakit punggung
Sakit punggung yang dirasakan saat hamil dikarenakan beberapa ligamen di punggung sudah tidak ada. Sakit ini akan terus terasa saat berat badan anda bertambah dan selama masa kehamilan.
g.      Kram
Kram akan dialami oleh wanita hamil karena rahim yang akan membesar dan merenggang untuk menyiapkan tempat bagi bayi Anda.

h.      Ngidam
i.        Sembelit
Sembelit ini terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
j.        Moody
Sering marah-marah pada suami, cepat mengalami perubahan pada tingkah laku. Hal ini disebabkan dari banyak munculnya hormon-hormon baru di tubuh Anda. Yakinkan pada suami Anda bahwa ini hanya terjadi selama masa kehamilan.
k.      Peningkatan temperatur tubuh
Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.
l.        Bau Badan
Mungkin tanda ini jarang ditemui pada wanita hamil. Namun jika memang muncul bau badan, maka adanya peningkatan hormon yang berlebih sehingga menyebabkan kelenjar keringat meningkat.
m.    Pusing atau pingsan
Dapat terjadi karena kadar jumlah gula di tubuh yang rendah. Oleh karena itu, pastikan anda cukup makan dan tentunya banyak minum supaya tidak kekurangan cairan tubuh.
n.      Munculnya bercak darah
Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi atau menempelnya embrio.

Tanda-tanda kehamilan dibagi menjadi 2 gejala yaitu gejala kehamilan tak pasti dan gejala kehamilan pasti.
Gejala Kehamilan Tidak Pasti :
  • Tidak haid sama sekali adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir.
  • Rasa mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan.
  • Ngidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal yang lain.
  • Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal.
  • Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.
  • Kadang kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan bulan awal kehamilan.
  • Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan rasa mual.
Tanda Gejala Kehamilan Tidak Pasti :
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi diatas minggu ke 12 kehamilan.
  • Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
  • Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.
  • Gusi bengkak terutama pada bulan bulan pertama kehamilan.
  • Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.
  • Tes kehamilan memberikan hasil positif.
Tanda Pasti Kehamilan :
  • Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.
  • Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.
  • Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.
  • Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.
D.    PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN DAN PLASENTA
Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim dipengaruhi oleh beberapa faktor dan subfaktor antara lain :
1)      Faktor ibu
·         Keadaan kesehatan ibu saat hamil
·         Penyakit yang menyertai kehamilan
·         Penyulit kehamilan
·         Kelainan pada uterus
·         Kehamilan tunggal atau ganda atau triplet
·         Kebiasaan ibu, merokok, alkohol, kecanduan
2)      Faktor janin
·         Jenis kelamin janin
·         Penyimpangan genetik : kelainan kongenital, pertumbuhan abnormal
·         Infeksi intrauterine
3)      Faktor plasenta
Plasenta adalah akarnya janin untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam rahim. Karena itu plasenta sangat penting artinya untuk menjamin kesehatan janin dalam rahim, yang ditetapkan dengan indeks plasenta
Minggu ke-1 :
Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir. Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen. Sel-sel telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari Sel ini akan bertemu dengan sel-sel sperma dan memulai proses pembuahan. Lima juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur. Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian tengah dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur
Minggu ke-2 :
·         Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua.
·         Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi.
·         Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim.
·         Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.
·         Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium
Minggu 3:
http://2.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYZOLiFs0I/AAAAAAAAAAo/6S0wvU-rKX0/s320/mg+3.png
 Sampai usia kehamilan 3 minggu, Ibu mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Minggu ke-4 :
 http://3.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYZOZXhGcI/AAAAAAAAAAw/ydj3v9xztN4/s320/minggu+4.jpg
Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif. Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung).
Minggu ke-5 :
http://2.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYZOX3Ey3I/AAAAAAAAAA4/2QjLns34kCk/s320/minggu+5a.png
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm.
·         Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut.
·         Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif.
·         Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Minggu ke-6 :
http://3.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYZO4XXaJI/AAAAAAAAABA/y7bU_ixHwPk/s320/minggu+6.jpg
·         Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong.
·         Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup pada minggu ini.
·         Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk
·         Pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak
Minggu ke-7 :
·         Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau.
·         Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil.
·         Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru
Minggu ke 8
http://2.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYbRRtESmI/AAAAAAAAABI/KaNCvJmJ3K8/s320/minggu+8.jpg
·         Panjang kira-kira 14-20 mm.
·         Banyak perubahan yang terjadi pada bayi
·         Ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga.
·         Bronchi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang.
·         Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku.
·         bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna
Minggu ke-9 :
http://4.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYbRhfNTDI/AAAAAAAAABQ/owH3RzDRhQQ/s320/minggu+9.png
·         Telinga bagian luar mulai terbentuk
·         Kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak.
·         mulai bergerak
·         Dengan Doppler bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.
Minggu ke-10 :
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama.
http://2.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYbR7o2r6I/AAAAAAAAABY/nXU29196Wvk/s320/mg+10.jpg
·         Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit.
·         Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
Minggu ke-11 :
http://3.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYbSOLGqoI/AAAAAAAAABg/n6O3TOhmH_Y/s320/mg+11+aa.jpg
·         Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm.
·         Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh.
·         Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
·         Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu.
·         Janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri
Minggu ke-12 :
http://4.bp.blogspot.com/_6DDF2X_kuCk/SiYbSGmP3ZI/AAAAAAAAABo/Htshb4SzClE/s320/mg+12+aa.jpg
·         Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil.
·         Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh.
·         Usus bayi telah berada di dalam rongga perut.
·         Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat.
·         Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram.
·         Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.

E.     PERKEMBANGAN JANIN TRIMESTER KEDUA
Ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan pematangan fungsi seluruh jaringan dan organ tubuh. Namun waspadai pertambahan berat badan yang berlebih.  Agar proses tumbuh kembang janin tak terganggu hindari penyakit kronis sebelum kehamilan maupun penyakit infeksi yang mungkin terjadi saat kehamilan. Seperti asma, jantung, TBC, ginjal dan diabetes serta infeksi TORCH-KM (Toksoplasma, Rubella, Citomegalovirus, Herpes, Klamidia, Mikoplasma).
Gangguan penyakit-penyakit tersebut berpeluang menimbulkan ketidaksempurnaan pada tumbuh kembang tulang belulang janin, klep paru-paru, lever, ataupun gangguan perkembangan otak dan ginjal. Bahkan, demam yang merupakan gejala infeksi/penyakit, seringan apa pun, bisa menyebabkan gangguan pada air ketuban maupun fungsi lain akibat ada gangguan metabolisme tubuh janin.
Minggu Ke-13
·         Panjang janin (dari puncak kepala sampai sakrum/bokong) ditaksir sekitar 65-78 mm
·         Berat kira-kira 20 gram. Rahim dapat teraba kira-kira 10 cm di bawah pusar.
·         Pertumbuhan kepala bayi yang saat ini kira-kira separuh panjang janin mengalami perlambatan dibanding bagian tubuh lainnya. Perlambatan ini berlangsung terus, hingga di akhir kehamilan akan tampak proporsional, yakni kira-kira tinggal
sepertiga panjang tubuhnya
·         Kedua cikal bakal matanya makin hari kian bergeser ke bagian depan wajah meski masih terpisah jauh satu sama lain.
·         Sementara telinga bagian luar terus berkembang dan menyerupai telinga normal. Kulit janin yang masih sangat tipis membuat pembuluh darah terlihat jelas di bawah kulitnya.
·         Seluruh tubuh janin ditutupi rambut-rambut halus yang disebut lanugo.
·         Kerangka/tulang belulangnya sudah terbentuk di minggu-minggu sebelumnya dan di minggu-minggu selanjutnya akan berosifikasi/menahan kalsium dengan sangat cepat, hingga tulangnya jadi lebih keras.
Minggu Ke-14
·         Panjang mencapai kisaran 80-an mm atau 8 cm
·         Berat sekitar 25 gram.
·         Telinga janin menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala.
·         mata mengarah ke posisi sebenarnya.
·         Leher terus memanjang sementara dagu tak lagi menyatu ke dada.
·         Alat-alat kelamin bagian luar juga berkembang lebih nyata, hingga lebih mudah membedakan jenis kelaminnya.
Minggu Ke-15
·         Panjang janin sekitar 10-11 cm
·         Berat kira-kira 80 gram.
·         Kehamilan makin terlihat
·         Diperkenankan menggunakan lotion untuk strie namun dianjurkan tak memakai krim jenis steroid semisal hidrokortison yang dikhawatirkan bakal terserap ke dalam sistem peredaran darah ibu dan bisa mengacaukan kerja hormonal.
Minggu Ke-16
·         Kini panjangnya mencapai taksiran 12 cm
·         Berat kira-kira 100 gram.
·         Refleks gerak bisa dirasakan ibu, meski masih amat sederhana yang biasanya terasa sebagai kedutan.
·         Rambut halus di atas bibir atas dan alis mata juga tampak melengkapi lanugo yang memenuhi seluruh tubuhnya. Bahkan, jari-jemari kaki dan tangannya dilengkapi dengan sebentuk kuku.
·         Tungkai kaki yang di awal pembentukannya muncul belakangan, kini lebih panjang daripada lengan.
·         Pada usia ini janin memproduksi alfafetoprotein, yaitu protein yang hanya dijumpai pada darah ibu hamil. Bila kadar protein ini berlebih bisa merupakan pertanda ada masalah serius pada janin, seperti spina bifida. Sebaliknya, kadar alfafetoprotein yang rendah bersignifikasi dengan Sindrom Down. Jumlah alfafetoprotein ini sendiri dapat diukur dengan pemeriksaan air ketuban/amniosentesis dengan menyuntikkan jarum khusus lewat dinding perut ibu.
Minggu Ke-17
·         Panjang tubuh janin meningkat lebih pesat ketimbang lebarnya, menjadi 13 cm
·         Berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim terlihat oval dan bukan membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut. Otomatis usus ibu terdorong nyaris mencapai daerah hati, hingga kerap terasa menusuk ulu hati.
·         Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen meregang, terutama bila ada gerakan mendadak. Rasa nyeri atau tak nyaman ini disebut nyeri ligamen rotundum. Oleh karena itu amat disarankan menjaga sikap tubuh dan tak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan peregangan.
·         Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa mulai terbentuk di bawah kulit bayi yang semula sedemikian tipis pada minggu ini dan minggu-minggu berikutnya. Lemak ini berperan penting untuk menjaga kestabilan suhu dan metabolisme tubuh.
·         Pada beberapa ibu yang pernah hamil, gerakan bayi mulai bisa dirasakan di minggu ini. Kendati masih samar dan tak selalu bisa dirasakan setiap saat sepanjang hari. Sedangkan bila kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertama, gerakan yang sama umumnya baru mulai bisa dirasakan pada minggu ke-20.
Minggu Ke-18
·         Taksiran panjang janin adalah 14 cm
·         Berat sekitar 150 gram.
·         Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu.
·         Peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh sekaligus menyebabkan keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah bila kenaikan berat badan tak terkendali. Untuk mengatasinya, biasakan berbaring miring ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan mengangkat beban berat. Selain itu, sempatkan sesering mungkin mengistirahatkan kaki dengan mengangkat/mengganjalnya pakai bantal.
·         Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janin pun merasakan hal sama.
Minggu Ke-19
·         Panjang janin diperkirakan 13-15 cm
·         taksiran berat 200 gram.
·         Sistem saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin sempurna perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan serebrospinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan.
·         Jika lubang yang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun, kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, namun bisa mencapai 5 liter, Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.
Minggu Ke-20
·         Panjang janin mencapai kisaran 14-16 cm
·         Berat sekitar 260 gram.
·         Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di permukaan dan lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam.
·         Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak.
·         Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar anemia tak mengancam kehamilan, ibu harus mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter.
Minggu Ke-21
·         Beratnya sekitar 350 gram
·         Panjang kira-kira 18 cm.
·         Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan.
·         Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu, bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak seperti basket yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap kompetitif, semisal golf atau bahkan lomba lari.
Minggu Ke-22
·         Berat mencapai taksiran 400-500 gram
·         Panjang sekitar 19 cm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar